Bandar Udara Kelas III
Stevanus Rumbewas
Gerbang utama transportasi udara di Kepulauan Yapen. Menghubungkan Serui dengan Biak, Jayapura, dan wilayah pesisir Teluk Cenderawasih Papua.
Cerah Berawan / Tropis
Kecepatan Angin: 12 km/jam (Timur)
Pengganti Bandara Lama & Penghormatan Tokoh Pejuang Papua
Bandar Udara Stevanus Rumbewas dibangun di Kampung Kamanap, Distrik Kosiwo untuk menggantikan bandar udara lama Serui, yaitu Bandara Sudjarwo Tjondronegoro. Bandara lama yang berlokasi di tengah perkotaan Serui sudah tidak memungkinkan untuk diperluas akibat keterbatasan topografi serta faktor keselamatan penerbangan.
Nama bandara ini diresmikan dan diabadikan dari sosok Stevanus Rumbewas, seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia asal Papua yang gigih berjuang untuk pengintegrasian Irian Barat ke dalam NKRI melalui Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII), serta dianugerahi pangkat Kapten Tituler TNI-AL.
Profil Tokoh Stevanus Rumbewas
Pahlawan & Pejuang Integrasi Papua
- Tokoh kunci pergerakan kemerdekaan Indonesia di wilayah Kepulauan Yapen dan Serui.
- Anggota aktif Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) yang didirikan Silas Papare.
- Mendapat kehormatan pangkat Purnawirawan/Tituler TNI Angkatan Laut atas jasa kebangsaan.
Spesifikasi Teknis Bandara
Landas Pacu (Runway)
Arah 10 / 28 (Visual)
Landas Hubung (Taxiway)
Penghubung Apron & Runway
Pelataran Parkir (Apron)
Kapasitas Parkir Pesawat
Gedung Terminal
Fasilitas Penumpang
Keselamatan (PKP-PK)
Pertolongan Kecelakaan
Lokasi & Aksesibilitas
Akses Jalan Darat
Posisi Strategis Teluk Cenderawasih
Bandara Stevanus Rumbewas memegang peranan vital dalam memutus isolasi geografis Kabupaten Kepulauan Yapen. Menghubungkan pulau Yapen dengan daratan utama Papua dan Kepulauan Numfor / Biak.